Saturday, August 31, 2013

HEPTASAN - OBAT ALERGI

Heptasan adalah obat unruk mengobati alergi yang diproduksi oleh Sanbe Farma.
Komposisi :
Tiap tablet salut film mengandung Cyprohepatadine HCL sebanyak 4 mg.

Farmakologi :
Heptasan mempunyai sifat sebagai antihistamin dan antiserotonin digunakan untuk alergi.

Indikasi :
Heptasan digunakan untuk pengobatan terhadap penyakit alergi seperti : rinitis vasomotor, pruritus, cold urticaria, dermatografisme.

Kontraindikasi :
  • Hipersensitivitas terhadap Cyprohepatadine HCL
  • Bayi baru lahir atau prematur
  • Penderita porfiria.
Efek Samping :
  • Rasa kantuk, mulut kering.
  • Gangguan koordinasi, eksitasi, gelisah, histeri, insomnia, konvulsi, halusinasi
  • Mual, muntah, diare, retensi urin, konstipasi
  • Sakit kepala, anoreksia, gangguan penglihatan.
Perhatian :
  • Hati-hati penggunaan pada penderita hipertensi, hipertiroid, peningkatan tekanan intra okuler, penyakit kardiovaskuler dan pada penderita asma bronkial.
  • Hati-hati penggunaan selama kehamilan dan menyusui.
  • Keamanan dan efektivitas pada anak-anak dibawah 14 tahun belum diketahui dengan pasti.
  • Selama minum obat ini dilarang mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
Interaksi Obat :
  •  Pemberian bersama-sama dengan alkohol atau depresan SSP dapat memperkuat efek mengantuk.
  • Penghambat MAO dapat meningkatkan atau memperpanjang efek kolinergiknya.
Dosis :
Dewasa :  1 - 5 tablet per hari
Dosis harus disesuaikan dan tidak melebihi 0,5 mg/kg/hari atau maksimal 32 mg/hari.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Tuesday, August 27, 2013

PROFILAS - TERAPI ASMA

Profilas adalah suatu produk obat dari Dankos Farma untuk mengobati asma.
Komposisi :
Tiap tablet mengandung ketotifen hidrogen fumarat ekivalen dengan ketotifen 1 mg
Tiap mL sirup mengandung ketotifen hidrogen fumarat ekivalen dengan ketotifen 0.2 m.

Farmakologi :
Profilas mengandung ketotifen, yaitu obat dengan aktivitas antiasma dan anti-alergi, untuk profilaksasi dan pengobatan jangka panjang pada alergi bronkial. Profilas sangat efektif untuk mencegah serangan asma, karena khasiat antianafilaktik-nya yang nyata dan efek antihistamin yang khas. Hasil uji laboratorik baik invitro maupun invivo menunjukan bahwa khasiat anafilaktatik-nya disebabkan oleh : 
  • Penghambatan fosfodiesterase, sehingga meningkatkan kadar " Cyclic-AMP" dalam "Mast Cells".
  • Hambatan terhadap pelepasan mediator  kimiawi penyebab spasme bronkus semacam histamin dan terutama SRS-A (Slow Reacting Substance of Anaphylaxis) dari "Mast Cells" jaringan, basofil dan jaringan paru-paru.
  • Penghambatan terhadap penyerapan ion kalsium seluler.
Profilas akan melindungi pasien dari serangan asma, dengan mengurangi hipereaktifikas bronkus, menurunkan frekuensi, lama dan tingkat keparahan serangan asma. Beberapa penderita bahkan dapat dibebaskan sama sekali. Karena aktifitasnya sebagai obat profilaksis, Profilas memungkinkan pengurangan terapi simptomatik dengan bronkodilator dan kortikosteroid oral. Profilas juga berkhasiat menghambat reaksi terhadap histamin secara mantap. Pada binatang percobaan mencegah atau mengurangi keparahan reaksi terhadap kulit dan bronkhi. Dalam hal ini Profilas bekerja seperti faktor pemantap "Mast Cells", suatu hal yang jelas berbedadengan antihistamin konvensional. Profilas terbukti aktif pada pemberian peroral, penyerapan obat kedalam tubuh hampir sempurna, konsentrasi maksimal plasma tercapai dalam 2 - 4 jam dan masa kerjanya panjang, sehingga cukup diberikan dua kali sehari. Konsentrasi plasma pada anak-anak mirip dengan konsentrasi pada orang dewasa yang mendapat dosis yang sama, oleh karena itu dianjurkan untuk anak berumur lebih dari 3 tahun diberikan dosis untuk orang dewasa.

Indikasi :
  • Pengobatan profilaksis jangka panjang pada asma bronkial ( semua bentuk, termasuk bentuk campuran)
  • Pengobatan simptomatis pada keadaan alergi termasuk rinitis dan dermatitis.
  • Tidak efektif untuk mengobati serangan asma yang sedang berlangsung.
Peringatan dan Perhatian :
Bila pengobatan dengan Profilas dimulai, jangan menghentikan dengan tiba-tiba obat anti asma yang sedang diberikan pada penderita. Terutama hal ini berlaku untuk kortikosteroid dan ACTH.  Meskipun belum ada bukti efek teratoganik, Profilas hanya diberikan pada wanita hamil jika keadaan sangat memerlukan. Untuk anak dibawah umur 3 tahun belum didapat pengalaman yang cukup untuk disimpulkan. Selama minum obat ini, tidak boleh mengendarai motor atau menjalankan mesin. Dan hindari penggunaan bersama alkohol.

Efek Samping :
Sedasi dan pada beberpa kasus terjadi mulut terasa kering dan sedikit pusing pada awal terapi. Tetapi biasanya menghilang secara spontan setela beberapa hari kemudian. Mereka yang mudah terkena pengaruh sedatif, sebaiknya dimulai dengan dosis setengah tablet. Profilas dapat menimbulkan kenaikan berat badan.

Interaksi Obat :
Profilas dapat memperkuat efek dari sedatif, hipnotik, antihistamin dan alkohol.
Pemberian bersama-sama dengan antidiabetik oral sebaiknya dihindari.

Dosis :
Dewasa : Sehari 2 kali 1 tablet (setelah makan pagi atau malam)
Jika perlu dosis dapat dinaikkan sampai 2 kali 2 mg sehari.

Anak-Anak : 0,125 ml sirup (setara dengan 0,025mg ketotifen) per kg berat badan, sehari 2 kali
14 - 18 kg  :  sehari 2 kali 2 ml (0,4 mg)
19 - 25 kg  :  sehari 2 kali 3 ml (0,6 mg)
26 - 35 kg  :  sehari 2 kali 4 ml (0,8 mg)
 > 35 kg     :  sehari 2 kali 5 ml (1,0 mg) atau sehari 2 kali 1 tablet (1 mg )

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Saturday, August 24, 2013

BETASON-N KRIM - OBAT PENYAKIT KULIT

Betason-N adalah krim yang dapat mengobati peyakit kulit yang menimbulkan radang akut amupun sub akut yang diproduksi oleh Kimia Farma.

Komposisi :
Tiap gram krim mengandung :
* Betametason-17-valerat  ------ 1 mg
* Neomisin sulfat ---------------- 5 mg

Sifat-sifat :
Betametason adalh suatu 9-fuorokortikosteroid, yaitu suatu senyawa dari golongan kortikosteroid yang paling efektif untuk obat kulit.  Neomisin dikenal sebagai suatu antibiotik yang aktif terhadap sejumlah besar bakteri yang umumnya mnyertai radang kulit.

Indikasi :
Betason-N krim sangat berguna untuk mengobati penyakit kulit yang menimbulkan radang akut maupun subakut seperti :
* Eksema
* Eksema infantil
* Dermatitis atopik
* Dermatitis herpetimorfis
* Dermatitis kontak
* Alergi, misalnya peka terhadap bubuk sabun atau zat-zat kimia lain.
* Dermatitis venenata
*Seborrhoeic Dermatitis
* Neurodermatitis
* Psoriasis
* Intertigo

Gangguan-gangguan yang menyertai penyakit kulit akan segera hilang setelah pengobatan dengan Betason-N Krim dimulai. Hal ini disebabkan karena efek anti radang yang kuat dari obat tersebut. Adanya Neomisin dalam Betason-N menjamin penyembuhan infeksi sekunder yang umumnya menyertai radang-radang kulit.

Cara Pakai :
Menurut petunjuk dokter, umumnya : 3 - 4 kali sehari, dioleskan pada bagian kulit yang sakit.

Perhatian :
  • Betason-N Krim tidak ditujukan bagi penderita tuberkulosis kulit.
  • Betason-N tidak boleh digunakan pada mata atau pada kulit yang berdekatan dengan mata.
  • Seperti halnya krim dengan kortikosteroid lain yang zat berkhasiatnya mudah direabsorpsi melalui kulit, bagi penderita yang harus menjalankan pengobatan jangka panjang supaya diperhatikan efek-efe sistemik dari kortokosteroid yang sangat kuat ini.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Friday, August 23, 2013

NIFUDIAR - OBAT DIARE

Nifudiar adalah obat untuk diare yang disebabkan bakteri E. coli & Staphylococcus dan di produksi oleh PT. Meprofarm.
Komposisi :
Setiap sendok takar ( 5 ml ) suspensi mengandung Nifuroxazide  250 mg

Cara Kerja Obat :
  • Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran yang memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Psudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.
  • Aktifitas antimikroba Nifuroxazide lebih besar dari anti infeksi intestinal biasa seperti kloroyodokuin.
  • Pada konsentrasi encer (1 :25.000 ) Nifuroxazide masih memiliki daya bakterisidal.
Indikasi Nifudiar :
Diare yang disebabkan oelh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.

Kontraindikasi :
Hipersensitifitas terhadap Nifuroxazide dan komponen obat lain.

Efek Samping Nifudiar :
Efek samping dapat ditoleransi dengan baik. Dapat terjadi pengurangan flora mikroba normal, suatu gejala umum dalam penggunaan bakterisidal. Hal ini dapat kembali normal apabila pemberian Nifuroxazide dihentikan.

Dosis :
Bayi dibawah 6 bulan  : 1 sendok takar, 2 kali sehari
Bayi diatas 6 bulan dan anak-anak : 1 sendok takar, 3 kali sehari
Dewasa : 1 - 2 sendok takar, 3 kali sehari  ( atau menurut petunjuk dokter )
*) 1 sendok takar = 5 ml

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Thursday, August 22, 2013

SIMVASTATIN - TABLET PENURUN KOLESTEROL

Simvastatin adalah obat untk menurunkan kolesterol dan juga bisa untuk mengurangi resiko jantung koroner.
Komposisi :
Setiap tablet salut selaput mengandung Simvastatin --- 10 mg

Farmakologi :
Simvastatin merupakan obat yang menurunkan kadar kolesterol (hipolipidemik) dan merupakan hasil sintesa dari hasil fermentasi aspergillus terreus. Secara in vivo, Simvastatin akan dihidralisa menjadi metabolit aktif. Mekanisme kerja dari metabolit aktif tersebut adalah dengan cara menghambat kerja 3-hidroksi-3-metilglutaril koenzim A reduktase (HMG Co-A reduktase), dimana enzim ini mengkatalisa perubahan HMG Co-A menjadi asam mevalonat yang merupakan langkah awal dari sintesa kolesterol.

Indikasi :
  • Terapi dengan lipid-latering agents dapat dipertimbangkan penggunaannya pada individu yang mengalami peningkatan resiko artherosclerosis vaskuler yang disebabkan oelh hiperkolesterolemia.
  • Terapi dengan lipid-latering agents merupakan penunjang pada diet ketat, bila respon terhadap diet dan pengobatan non-farmakologi tunggal lainnya tidak memadai.
  • Pada penderita dengan penyakit jantung koroner dan hiperkolesterolemia, simvastatin diindikasikan untuk : * Mengurangi resiko mortalitas total dengan mengurangi kematian akibat penyakit jantung koroner. * Mengurangi resiko infark miokardial non fatal. * Mengurangi resiko pada pasien yang menjalani prosedur revaskularisasi miokardial.
  • Hiperkolesterolemia. Menurunkan kadar kolesterol total dan LDL pada penderita hiperkolesterolemia primer (tipe lia dan lib).

Wednesday, August 21, 2013

VOMCERAN - KALBE FARMA

Vomceron is a product of Kalbe Farma Indonesia. 
Composition :
Each film coated tablet contains :
* Ondansetron hydrocloride dihydrate equivalent to Ondansetron --------- 4 mg
* Ondansetron hydrocloride dihydrate equivalent to Ondansetron --------- 8 mg

Each mL of injection contains :
* Ondansetron hydrocloride dihydrate equivalent to Ondansetron --------- 2 mg

Pharmacology :
Ondansetron is a highly selective and competitive 5HT3 receptor antagonist, which inhibits nausea and vomiting caused by cytotoxic agents and radiation.

Indications:
For oral :
The management of nausea and vomiting associated with the treatment of cancer by chemotherapy and radiotherapy and for prevention of post-operative nausea and/or vomiting.
For injection :
The management of nausea and vomiting associated with the treatment of cancer by chemotherapy and radiotherapy and for treatment of post-operative nausea and/or vomiting.

Contraindications :
Ondansetron is contraindicated for patients known to have hypersensitivity to the drug.

Warning and precautions :
Ondansetron should not be used during pregnacy especially during the first trimester, unless the expected benefit to the patient is thought to out weight and possible risk to the fetus. Test have shown that ondansetron is excreted in the breast milk of rats. it is therefore recommended that mothers recieving ondansetron should not breast feed their babies.

Adverse reactions :
Headache, constipation, hot flushing in the head and epigastria, sedation and diarrhea.

Dosage and Administration :
For prevention of post-operative nausea and vomiting :
Initial dose : 8 mg tablet, given 1 hour before anaesthesia, followed by 8 mg tablet every 8 hours for up to 16 hours.
For treatment of post-operative nausea and vomiting :
A single dose of 4 mg intramuscular injection or slow intravenous injection.
For nausea and vomiting of chemotherapy :
Adult :
  • For highly emetogenic chemotherapy (ex. cisplatin). Single dose of 8 mg by slow i.v. injection or 15 minutes infusion immediately before chemotherapy, followed by a constant infusion of 1 mg/hour for up to 24 hours or by two further doses of 8 mg slow intravenous injection or 15 minutes infusion four hour apart. Either regimen is then followed by 8 mg orally every 12 hours for up to 5 days.
  • For less emetogenic chemotherapy ( ex. cyclophosphamide ). 8 mg slow i.v. injection or 15 minutes infusion immediately before chemotherapy may be given, followed by 8 mg orally every 12 hours for up to 5 days.
Children > 4 years old :
5 mg/mL intravenously over 15 minutes immediately before chemotherapy, followed by 4 mg orally 12-hourly for up to 5 days.

For nausea and vomiting of radiotherapy :
8 mg tablet 8-hourly comencing 1-2 hour prior to the first fraction of radiotherapy. The course of the therapy depend on the duration of radiotherapy.

Elderly :
Ondansetron is well tolerated by patients over 65 years and no alteration of dosage, dosing frequency or route of administration are required.

Patients with renal impairment :
No alteration of daily dosage or frequency of dosing, or route of administration

Patients with hepatic impairment :
In such patients a total daily dose of 8 mg should no be exceeded.

ON MEDICAL PRESCRIPTION ONLY


Tuesday, August 20, 2013

PROPRANOLOL TABLETS

Propranolol adalah obat untuk Hipertensi ( darah tinggi ), Angina, Aritmia, dan pencegahan migrain yang diproduksi oleh Dexa Medica. Ada 2 jenis propranolol yang diproduksi dexa medica yaitu Propranolol 10 dan Propranolol 40

Komposisi :
Propranolol 10, tiap tablet mengandung Propranolol HCL ---- 10 mg
Propranolol 40, tiap tablet mengandung Propranolol HCL ---- 40 mg

Farmakologi :
Propranolol adalah suatu obat penghambat beta-adrenoseptor yang terutama digunakan untuk terapi takiaritma dan antiangina. Propranolol memiliki khasiat menghambat kecepatan konduksi impuls dan mendepresi pembentukan fokus aktopik. Perbedaannya dengan kinidin adalah Propranolol tidak memiliki efek antikolinergik, sehingga tidak mengakibatkan takikardia paradoksal.

Indikasi Propranolol :
  • Angina
  • Aritmia
  • Hipertensi
  • Pencegahan Migrain
Kontraindikasi Propranolol :
  1.  Penderita asma bronkial dan penyakit paru obstruktif menahun yang lain.
  2. Penderita asidosis metabolik (diabetes militus ).
  3. Penderita dengan payah jantung termasuk payah jantung terkompensasi dan yang cadangan kapasitas jantung kecil.
  4. Kardiogenik syok.
  5. Bila ada "atrio-ventricular (A-V) blok " derajat 2 dan 3.
Dosis :
Dewasa :
  • Angina : oral 10 - 20 mg, 3 - 4 kali sehari, setiap 3 - 7 hari dosis dapat ditingkatkan.
  • Aritmia :  oral 10 - 20 mg, 3 - 4 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan bila diperlukan.
  • Hipertensi : oral 20 mg, 3 -4 kali sehari atau 40 mg , 2 kali sehari, bila diperlukan dosis dapat ditingkatkan.
  • Migrain : oral 20 mg, 3 - 4 kali sehari, bila diperlukan dosis dapat ditingkatkan.
Anak-anak :
  • Aritmia : oral 0,5 mg/kg BB perhari dibagi 3 - 4 kali pemberian.
  • Hipertensi : 1 - 3 mg/kg BB/hari dibagi 3 kali pemberian.
 Efek Samping  Propranolol :
  • Kardiovascular : bradikardia, gagal jantung kongestif, blokade A-V, hipotensi, tangan terasa dingin, trombositopenia, purpura, insufisiensi arterial.
  • Susunan saraf pusat : rasa capai, lemah dan lesu ( paling sering), depresi mental/insomnia, sakit kepala, gangguan visual, halusinasi.
  • Gastrointesnial : mual, muntah, mulas, epigastric distress, diare, konstipasi ischemic colitis, flatulen.
  • Pernafasan : bronkospasme.
  • Hematologik : diskarasia darah (trombositopenia, agranulositosis).
  • Lain-lain: gangguan fungsi seskual, impotensi, alopesia, mata kering, alergi.
 Peringatan dan perhatian :
  • Jangan diberikan pada wanita hamil dan menyusui kecuali bila sangat dibutuhkan.
  • Bagi penderita yang minum Propranolol dan akan dibius (anestesi umum) harus diberitahukan kepada dokternya.
  • Bila terjadi bradikardia dan hipotensi maka Propranolol harus dihentikan, bila perlu ditanggulangi dengan injeksi intravena 1 - 2 mg atropin dan bila perlu dilanjutkan dengan suatu stimulans beta-reseptor seperti misalnya injeksi intravena mula-mula 25ug isoprenalin atau injeksi intravena 0,5mg orciprenalin.
  • Hati-hati bila diberikan pada penderita renal failure
  • Hati-hati bila digunakan bersama obat antiaritmia lain.
  • Keamanan dan keefektifan pada anak-anak belum diketahui dengan pasti.
  • Hati-hati bila diberikan pada penderita gangguan fungsi hati, non-alergic bronchospasm (seperti : bronkitis kronis, emfisema), bedah mayor, diabetes, hipoglikemia, thyrotoxicosis, wolff parkinson white syndrome).
Interaksi Obat :
  • Aluminium hidrosida gel mengurangi absorpsi Propranolol didalam usus.
  • Etanol memperlambat absorpsi Propranolol
  • Fenitoin, fenobarbital dan rifampin mempercepat klirens Propranolol
  • Bila diberikan bersama klorpromazin akan menaikkan kadar kedua obat tersebut didalam plasma.
  • Klirens antipirin, lidokain dan teofilin akan berkurang bila diberikan bersama dengan Propranolol.
  • Simetidin akan mengurangi metabolisme Propranolol di dalam hati, memperlambat eliminasi dan meningkatkan kadar di dalam plasma.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Thursday, August 15, 2013

GENTAMICIN - INDOFARMA

Gentamicin adalah obat tetes mata, yakni utk mengobati infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri, yang diproduksi oleh Indofarma.

Komposisi :
Setiap ml mengandung gentamicin sulfat setara dengan gentamicin 3mg.

Cara Kerja Obat :
Gentamicin merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida yang aktif menghambat kuman-kuman gram-postif maupun gram-negatif termasuk kuman-kuman yang resisten terhadap antimikroba lain seperti : Staphylococcus penghasil penisilinase; Pseudomonas aeruginosa; Proteus; Klebsiella; E. coli. Mekanisme kerja berdasarkan penghambatan sintesa protein.

Indikasi :
Pengobatan topikal infeksi-infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap gentamicin, antara lain untuk infeksi-infeksi konjungtivitis, blefaritis, blefarokonjungtivitis, keratitis, keratokonjungtivis, dakriosititis, ulkus kornea, meibomianiatis akut, episkleritis.

Posologi :
Tetes mata : 1 atau 2 tetes setiap 4 jam pada mata yang sakit. Pada infeksi berat, dosisi dapat ditingkatkan sampai 2 tetes setiap jam.

Peringatan dan Perhatian :
Hentikan pengobatan bila terjadi iritasi atau sensitifasi. Dapat terjadi pertumbuhan yang berlebihan dari microorganisme yang tidak rentan pada pemakaian jangka panjang; begitu terjadi super-infeksi, hentikan pengobatan dan berikan terapi yang sesuai. Dapat terjadi adanya alergi-silang diantara aminoglikosida. Pemakaian pada anak-anak berusia kurang dari 6 tahun dan pada wanita hamil atau menyusui keamanannya belum diketahui. Bagi pasien yang memerlukan terapi antibiotika sistemik dan lokal, prioritas harus diberikan pada pengobatan sistemik. Untuk menghindari timbulnya resistensi tidak disarankan menggunakan antibiotika lokal bersama-sama dengan antibiotika sistemik sejenis. Dapat menyebabkan penglihatan kabur sementara. Bila menggunakan obat ini, jangan mengemudi atau menjalankan mesin.

Efek Samping :
Terjadi iritasi ringan pada mata, rasa pedih, panas, gatal, dan dermatitis.

Kontraindikasi :
Hipersensitif terhadap Gentamicin.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Wednesday, August 14, 2013

VALISANBE - SANBE FARMA

Valisanbe adalah obat yang digunakan untuk menenangkan (menstabilkan) syarat yang diproduksi oleh PT. Sanbe Farma.

Komposisi :
Setiap tablet / 1 ml mengandung Deazepam ------- 5 mg

Farmakologi:
Valisanbe mengandung deazepam yang mempunyai efek kerja spesifik pada behavioural system di otak. Diazepam juga berkhasiat menenangkan mental, menstabilkan saraf otonom dan menimbulkan efek hipnotik-sedatif.  Velisanbe juga memiliki efek merelaksasi otot, sehingga sangat berguna pada pengobatan penyakit - penyakit muskuloskeletal.

Indikasi :
Keadaan neurotik, keadaan psikosomatik, gejala-gejala withdrawal alkohol, status epileptikus dan pra operasi.

Kontraindikasi :
Glaukoma, miastenia gravis, penderita yang hipersensitif terhadap diazepam.

Efek Samping Diazepam :
Rasa mengantuk, ataksida, depresi pernafasan, tremor, vertigo, konstipasi, kesukaran berbicara.

Perhatian :
Penderita yang telah diberi injeksi Diazepam, sebaiknya tidak melalukan pekerjaan berbahaya yang memerlukan kewaspadaan mental penuh seperti mengendarai kendaraan dan bekerja dengan mesin-mesin yang berbahaya. Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan gangguan hati. Pemberian preparat parenteral pada penderita usia lanjut atau penderita yang menerima obat-obat depresan saraf pusat atau penderita dengan gangguan pulmonari harus dengan sangat hati-hati karena ada kemungkinan timbulnya apnea, depresi pernafasan atau cardiac arrest. Hindari penggunaan pada wanita hamil trimester pertama. Hindari penggunaan jangka panjang karena dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikis. Hati-hati bila diberikan bersama obat-obat depresan susunan saraf pusat atau alkohol.
Pada wanita menyusui tidak ada efek samping negatif, selama dosis tidak melebihi 10 mg.

Interaksi Obat :
  • Hati-hati dalam pemberian diazepam bersamaan dengan obat antikoagulan karena dapat menghambat kerja dari obat antikoagulan tersebut, tetapi belum terbukti secara klinis.
  • Pemberian bersamaan dengan obat relaksasi otot dapat mempengaruhi kerja dari obat relaksasi otot tersebut.
Dosis :
Status Epileptikus
* Dewasa :  5 - 10 mg, jika perlu dapat diulang dengan interval 10-15 menit, maksimal 30 mg.
* Anak >5 tahun : 1 mg diberikan secara perlahan-lahan setiap 2 - 5 menit, maksimal 10 mg
* Bayi & anak  < 5 tahun : 0.2 - 0.5 mg diberikan secara perlahan-lahan setiap 2 - 5 menit, maksimal 5 mg.
Bila pemberian secara interval tidak dapat dilakukan, Valisanbe dapat diberikan secara intramuskular.

Tetanus  atau otot berat
* Dewasa : 5 - 10 mg, jika perlu dapat diulang dengan interval 3 - 4 jam.
* Anak-anak : 1 -2 mg diberikan secara perlahan-lahan, jika perlu dapat diulang dengan interval 3 - 4 jam.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Tuesday, August 13, 2013

IRVASK - KALBE FARMA

Irvask adalah obat untuk menurunkan tensi darah yang tinggi / hipertensi yang di produksi oleh Sanbe Farma.
Komposisi :
Setiap kaplet Irvask mengandung Irbesartan ----- 150 mg dan 300mg

Farmakologi :
Irbesartan merupakan antagonis reseptor AT1 yang kompetitif dan selektif, yang memiliki afinitas lebih besar (> 8500 kali ) terhadap reseptor AT1 dibandingkan dengan reseptor AT2. Irbesartan diperkirakan bekerja dengan menghambat semua aksi angiotensi-II yang diperantarai melalui reseptor AT1, tanpa memperhatikan sumber dan mekanisme pembentukan angiotensi-II. Antagonisme selektif terhadap reseptor angiotensi-II (AT1) ini menghasilkan peningkatan renin plasma dan angiotensi-II serta penurunan konsentrasi aldosteron plasma. Kadar potasium serum tidak dipengaruhi oleh Irbesartan secara bermakna pada dosis yang direkomendasikan. Irbesartan tidak menghambat ACE (Khinase-II), enzim yang berperan dalam pembentukan angiotensi-II dan juga mengubah bradikinin menjadi metabolit tidak aktif. Aktifitas Irbesartan tidak memerlukan aktifitas metabolik.

Indikasi :
Irvask digunakan untuk pengobatan hipertensi / tekanan darah tinggi. Irvask dapat diberikan sebagai terapi tunggal ataupun dikombinasikan dengan obat antihipertensi lain.

Monday, August 12, 2013

ANTRAIN - INTERBAT

Antrain adalah obat untuk meringankan rasa sakit /kolik dan rasa nyeri setelah operasi yang diproduksi oleh Interbat. Ada 2 (dua ) jenis yakni Antrain tablet dan Antrain injeksi.
Komposisi :
Tiap tablet mengandung Metamizole Na -------------- 500mg
Tiap ml injeksi mengandung Metamizole Na --------- 500mg

Cara Kerja :
Metamezole Na adalah devirat metansulfanot dari aminoprin yang mempunyai khasiat analgesik. Mekanisme kerjanya adalah menghambat transmisi rasa sakit ke susunan saraf pusat dan perifer. Metamizole Na bekerja sebagai analgesik, diabsorpsi dari saluran pencernaan mempunyai waktu paruh 1 - 4 jam.

Indikasi :
Antrain dapat meringankan rasa sakit, terutama nyeri kolik dan sakit setelah operasi.

Kontraindikasi :
  • Penderita hipersensitif terhadap Metamizole Na.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Penderita dengan tekanan darah sistolik < 100mmHg.
  • Bayi dibawah 3 bulan atau dengan berat badan kurang dari 5kg.
Efek Samping :
  • Reaksi hipersensitivitas : reaksi pada kulit misal kemerahan.
  • Agranulositosis
 Peringatan / Perhatian :
  • Tidak untuk mengobati sakit otot pada gejala-gejala flu dan tidak untuk mengobati rematik, lumbago, sakit punggung, bursitis, sindroma bahu lengan.
  • Karena dapat menimbulkan agranulositosis yang berakibat fatal, maka sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang.
  • Hati-hati pada penderita yang pernah mengalami gangguan pembentukan darah / kelainan darah, gangguan fungsi hati & ginjal. Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan fungsi hati dan darah pada penggunaan yang lebih lama dari penggunaan untuk mengatasi rasa sakit akut.
  • Pada pemakaian jangka lama dapat menimbulkan sindrom neuropathy yang akan berangsur hilang bila penggunaan dihentikan.
Interaksi Obat :
Bila Metamizole Na diberikan bersamaan dengan Chlorpramazine dapat mengakibatkan hipotermia.

Aturan Pakai :
Dewasa :  1 tablet jika sakit timbul, berikutnya 1 tablet tiap 6-8 jam, maksimum 4 tablet sehari.
Dewasa :  500mg injeksi jika sakit timbul, berikutnya 500mg tiap 6-8 jam, maksimul 3 kali sehari, diberikan secara injeksi I.M atai I.V.

Kemasan :
Antrain Tablet : Kotak berisi 10 strip @ 10 tablet
Antrain Injeksi : Kotak berisi 5 ampul @ 2ml

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Friday, August 9, 2013

DOMPERIDONE Sirup - LANDSON

Domperidone adalah obat untuk mual-mual akut yang diproduksi oleh PT. Pertiwi Agung ( Landson ).
Komposisi :
Setiap 5 ml mengandung Domperidone base ------- 5mg

Cara Kerja Obat :
  • Domperidone merupakan antagonis dopamin yang mempunyai kerja anti emetik.
  • Efek Anti emetik dapat disebabkan oelh kombinasi efek periferal (gastrokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di kemoreseptor "triggerzone" yang terletak di luar sawar darah otak diarea  postrema.
  • Pemberian peroral Domperidone menambah lamanya kontraksi anal dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung dalam bentuk cairan dan setengah pada pada orang sehat, serta bentuk pada pada penderita yang pengosongannya terlambat dan menambah tekanan pada sfinker esofagus bagian bawah pada orang sehat.
Indikasi :
  • Dewasa : untuk mual-mual akut. tidak dianjurkan pencegahan rutin pada muntah setelah operasi. Untuk mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian levodopa dan bromokriptin. Penggunaan domperidone dianjurkan tidak lebih dari 12 minggu.  Untuk pengobatan sympton dispepsia fungsional, tidak diajurkan pemberian jangka lama.
  • Anak-anak : Tidak dianjurkan, kecuali untuk mual muntah pada kemoterapi kanker dan radioterapi.

Kontraindikasi :
  • Penderita hipersensitif terhadap domperidone
  • anak-anak kecuali untuk mencegah mual dan muntah sehubungan dengan kemoterapi kanker dan irradiasi.
  • Penderita dengan prolaktinoma tumor hipofise yang mengeluarkan prolaktin.
Posologi :
Dispepsia fungsional :
  • Dewasa dan usia lanjut : 10-20 mg, 3 kali sehari dan jika perlu 10–20 mg, sekali sebelum tidur malam tergantung respon klinik. Pengobatan jangan melebihi 12 minggu.
Mual dan muntah (termasuk yang disebabkan oleh levodopa dan bromokriptin) :
  • Dewasa (termasuk usia lanjut) : 10–20 mg, dengan interval waktu 4–8 jam.
  • Anak-anak (sehubungan kemoterapi kanker dan radioterapi) : 0,2–0,4 mg/Kg BB sehari, dengan interval waktu 4–8 jam.
  • Obat diminum 15–30 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam.
 Efek Samping :
  • Jarang dilaporkan : sedasi, reaksi ekstrapiramidal distonik, parkinson, tardive diskinesia (pada pasien dewasa dan usia lanjut) dan dapat diatasi dengan obat antiparkinson.
  • Peningkatan prolaktin serum sehingga menyebabkan galaktorrhoea dan ginekomastia.
  • Mulut kering, sakit kepala, diare, ruam kulit, rasa haus, cemas dan gatal.
Peringatan :
  • Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui.
  • Tidak dianjurkan penggunaan jangka panjang.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
Interaksi Obat :
  • Domperidone mengurangi efek hipoprolaktinemia dari bromokriptin.
  • Pemberian obat anti kolinergik muskarinik dan analgetik opioid secara bersamaan dapat mengantagonisir efek domperidone.
  • Pemberian antasida secara bersamaan dapat menurunkan bioavailabilitas domperidone.
  • Efek bioavailabilitas dapat bertambah dari 13% menjadi 23% bila diminum 1½ jam setelah makan.
Over Dosis :
  • Belum ada data mengenai overdosis pada penggunaan domperidone secara oral.
  • Belum ada antidot spesifik yang digunakan pada overdosis domperidone, mungkin dapat dilakukan dengan cara pengosongan lambung.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Tuesday, August 6, 2013

ULSICRAL - IKAPHARMINDO

Ulsicral adalah obat untuk asam lambung atau biasa juga disebut maag, Ulsicral diproduksi oleh Ikapharmindo Putramas.
Komposisi :
Tiap tablet mengandung Sukralfat sebanyak 500mg

Farmakologi :
Sukralfat adalah suatu kompleks yang dibentuk dari sukrosa oktasulfat dan polialuminium hidroksida. Akatifitas sukralfat sebagai anti ulkus merupakan hasil dari pembentukan kompleks sukralfat dengan protein yang membentuk lapisan pelindung menutupi ulkus serta melindungi dari serangan asam lambung, pepsin dan garam empedu. Percobaan laboratorium dan klinis menunjukan bahwa sukralfat menyembuhkan tukak dengan tiga cara :
  • Membentuk kompleks kimiawi yang terikat pada pusat ulkus yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
  • Menghambat aksi asam, pepsin dan garam empedu.
  • Menghambat difusi asam lambung menembus lapisan fils sukralfat-albumin.
Penelitian menunjukan bahwa sukralfat dapat berada dalam jangka waktu lama dalam saluran cerna sehingga menghasilkan efek obat  yang panjang. Sukralfat sangat sedikit terabsopsi di saluran cerna sehingga menghasilkan efek samping sistematik yang minimal.

Indikasi :
Pengobatan jangka pendek ( sampai 8 minggu ) pada ulkus duodenal

Posologi :
Dewasa :  3-4 kali sehari 2 tablet 500mg, sewaktu lambung kosong ( 1 jam sebelum makan dan menjelang tidur).  Bila penyembuhan belum tercapai dalam 1-2 minggu, pengobatan harus dilanjutkan selama 4-8 minggu, kecuali bila pemeriksaan dengan endoskopi atau sinar-X telah memperlihatkan kesembuhan.

Peringatan :
Ulsicral harus diberikan secara hati-hati pada pasien gagal ginjal kronis dan pasien dialisis. Penggunaan obat ini selama kehamilan hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan. Ulsicral harus diberikan secara hati-hati pada wanita yang sedang menyusui. Jika diperlukan, antasida dapat diberikan dalam jangka waktu 1-2 jam sebelum atau sesudah pemberian Ulsicral.  Keamanan dan efektifitas pada anak-anak belum dapat ditetapkan.

Efek Samping :
Efek samping sangat jarang terjadi, yang relatif sering dilaporkan hanya konstipasi dan mulut terasa kering. Keluhan lainnya adalah diare, mual, muntah, rasa tidak nyaman diperut, flatulen, pruritus, rash, pening, sakit kepala, vertigo, nyeri perut, insomnia dan mengantuk.

Kontraindikasi :
Tidak diketahui kontraindikasi penggunaan sukralfat.

Interaksi Obat :
Pemberian Ulsicral dapat mengurangi absorpsi atau bioavailabilitas obat-obatan : simetidin, siprofloksasin, digoksin, ketokonazol, norfloksasin, fenitoin, ranitidintetrasiklin dan teofilin, sehingga obat-obatan tersebut harus diberikan dalam waktu 2 jam sebelum pemberian Ulsicral.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Monday, August 5, 2013

ANTALGIN - INDOFARMA

Antalgin adalah obat penghilang rasa sakit yang diproduksi Indofarma.
Komposisi :
Tiap tablet mengandung antalgin 500mg

Cara kerja obat :
Antalgin adalah derivat metansulfonat dari amidopirina yang bekerja terhadap susunan saraf pusat yaitu mengurang sensitivitas reseptor rasa nyeri dan mempengaruhi pusat pengatur suhu tubuh. Tiga efek utama adalah sebagail analgesik, antipiretik dan anti-inflamasi. Antalgin mudah larut dalam air dan mudah diabsorpsi ke dalam jaringan tubuh.

Indikasi :
Untuk menghilangkan rasa sakit, terutama kolik dan sakit serelah operasi.

Dosis dan Cara Penggunaan :
Melalui mulut ( per oral )
Dewasa : sehari 3 kali 1 tablet

Perhatian :
Karena dapt menimbulkan agranulositosis yang berakibat fatal, maka sebaiknya tidak digunakan terus menerus dalam jangka panjang. Dan hati-hati pada penderita yang pernah mengalami gangguan pembentukan darah / kelainan darah.

Efek Samping :
Gejala kepekaan yang manifestasinya kelainan pada kulit. Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan agranulositosis.

Kontraindikasi :
  • Pada penderita yang alergi terhadap derivat pirazolon. Kasus porfiria hati (amat jarang ) dan defisiensi bawaan glukosa-6-fosfat-dehidrogenase.
  • Penderita yang hipersensitif.
  • Bayi 3 bulan pertama atau dengan berat badan dibawah 5 kg.
  • Wanita hamil terutama 3 bulan pertama dan 6 minggu terakhir.
  • Penderita dengan tekanan darah < 100mmHg

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

RANITIDINE - DEXA MEDICA

Ranitidine berupa tablet salu selaput yang diproduksi oleh Dexa Medica. 
Komposisi Ranitidine :
Setiap tablet salut selaput mengandung :
Ranitidine HCL setara dengan ranitidine base  150mg

Farmakologi :
Ranitidine menghambat kerja histamin pada reseptor-H2 secara kompetitif, serta menghambat sekresi asam lambung.

Indikasi :
* Tukak lambung dan usus 12 jari
* Hipersekresi patologik sehubungan dengan sindrom Zollonger-Ellison.

Kontraindikasi :
* Penderita gangguan fungsi ginjal
* Wanita hamil atau menyusui

Dosis :
  • Dosis yang biasa digunakan adalah 150mg, 2 kali sehari
  • Dosis untuk penunjang dapat diberikan 150mg pada malam hari
  • Untuk sindrom Zollonger-Ellison :  150mg 3 kali sehari & dosis dapat bertambah menjadi 900mg sehari.
  • Dosis pada gangguan fungsi ginjal :  Bila bersihan kreatinin (50ml/menit), 150mg setiap 24 jam dan bila perlu setiap 12 jam.
  • Karena ranitidine ikut terdialisis, maka waktu pemberian harus disesuaikan sehingga bertepatan dengan akhir hemodialisis.
Efek Samping :
  • Efek samping Ranitidine adalah berupa diare, nyeri otot, pusing dan timbul ruam kulit, malaise, nausea.
  • Konstipasi
  • Penurunan jumlah sel darah putih dan platelet (pada beberapa penderita).
  • Sedikit peningkatan kadar serum kreatinin (pada beberapa penderita).
  • Beberapa kasus (jarang) reaksi hipersensitivitas (bronkospasme, demam, ruam, urtikaria, eosinofilia).
Interaksi Obat :
Hasil penilitian terhadap 8 penderita yang diberikan ranitidine menunjukan perbedaan dengan simetidin, ranitidine tidak menghambat fungsi oksidasi obat pada mikrosom hepar. Terhadap 5 penderita normal yang diberikan dosis warfarin harian secara subterapeutik, dengan penmabahan dosis ranitidine menjadi 200mg 2 kali sehari selama 14 hari tidak menunjukan adanya perubahan pada waktu protrombin atau konsentrasi warfarin plasma.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Saturday, August 3, 2013

PROMEDEX - INTERBAT


Promedex adalah obat batuk yang diproduksi oleh Interbat. Terdapat 2 (dua) jenis yaitu Promedex Sirop dan Promedex Tablet. Promedex Sirop berisi 60ml / botol dan yang tablet berisi 4 tablet / strip.

Komposisi Promedex Sirop :
Setiap sendok takar (5ml) mengandung :
- Promethazine HCL ---------- 5ml
- Dextromethophan HBr ------ 5ml
- Guaifenesin ------------------ 50mg
- Sodium Citrate -------------- 197mg

Komposisi Promedex Tablet :
Setiap tablet mengandung :
- Dextromethophan HBr ------ 15mg
- Guaifenesin ------------------ 100mg
- Chlorpheniramine Maleate --- 1mg

Cara Kerja :
Promedex adalah penekan batuk non-narkotik dan mengandung kombinasu zat-zat yang efektif untuk mengontrol batuk. Dextromethophan HBr merupakan penekan batuk non-opiat sintetik yang bekerja secara sentral dengan jalan meningkatkan ambang rangsang refleks batuk. Guaifenesin dan Sodium Citrate merupakan ekspektoran untuk mengencerkan lendir yang kental sehingga mudah dikeluarkan. Promethazine HCL adalah derivat Phenothiazine dengan efek antihistamin. Selain itu Promethazine HCL juga mempunyai khasiat sedatif. Chlorpheniramine Maleate merupakan antihistamin H1, bekerja secara antagonis kompetitif terhadap efek samping histamin pada reseptor H1.

Indikasi :
Menyembuhkan batuk yang disebabkan alergi.

Kontraindikasi :
Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen obat tersebut.

Efek Samping :
Kantuk, Mual, Muntah, pusing dan konsipasi.

Interaksi Obat :
Dapat terjadi rangsangan susunan syaraf pusat dan depresi pernafasan yang berat pada pemberian bersamaan dengan penghambat MAO.

Aturan Pakai :
Promedex Sirop 
Dewasa dan Anak diatas 12 tahun : 2-3 sendok takar ( 10-15ml), 3 kali sehari
Anak-anak  : 6-12 tahun -- > 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari
                   : 2-6 tahun --- > 0.5 sendok takar ( 2.5ml ) 3 kali sehari

Promedex Tablet
Dewasa dan Anak diatas 12 tahun : 1 tablet, 3 kali sehari
Anak-anak   : 6-12 tahun -- > 0.5 tablet, 3 kali sehari.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


Friday, August 2, 2013

AMINEFRON - DEXA MEDICA

Aminefron berbentuk Kaplet Salut Selaput yang diproduksi oleh Dexa Medica.

Komposisi :
Tiap kaplet salut selaput mengandung:
*  (α – Ketoisoleusin), garam kalsium  ---------- 67 mg
*  (α – Ketoleusin), garam kalsium ------------- 101 mg
*  (α – Ketofenilalanin), garam kalsium --------- 68 mg
*  (α – Hidroksimetionin), garam kalsium ------- 59 mg
*  (α – Ketovalin), garam kalsium -------------- 86 mg
*  L- Triptofan --------------------------------- 23 mg
*  L- Treonin ---------------------------------- 53 mg
*  L- Histidin ---------------------------------- 38 mg
*  L- Tirosin ----------------------------------- 30 mg
*  L- Lisin asetat ------------------------------ 105 mg
*  Kalsium per kaplet -------------------------  50 mg

Farmakologi :
Ada 9 jenis asam amino esensial: histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan dan valin.
Asam amino esensial tidak dapat disintesis dalam jumlah yang cukup di dalam tubuh dan untuk itu harus tersedia dalam makanan. Fungsi utamanya adalah sebagai kofaktor esensial pada berbagai sistem enzim.
Keto atau asam-asam hidroksi ditransaminasi secara enzimatik menjadi asam-asam L-amino yang bersangkutan sementara gugus urea mengalami dekomposisi.
Pada penderita yang mendapat diet rendah protein, penggunaan AMINEFRON dapat memungkinkan asupan dengan asam-asam amino esensial bebas nitrogen; penggunaan kembali katabolit yang mengandung nitrogen; anabolisme protein dan penurunan yang simultan dari urea serum; perbaikan dari ketidakseimbangan nitrogen dan asam amino serum; reduksi dari serum, PO4-3.

Indikasi :
Aminefron untuk pengobatan kelainan fungsi ginjal kronik bersamaan dengan diet tinggi kalori-rendah protein, dalam retensi yang terkompensasi atau yang dekompensasi.

Kontra indikasi :
  • Pasien hipersensitif terhadap komponen dari obat ini
  • Hiperkalsemia
Dosis dan cara pemberian :
Insufisiensi ginjal kronik: pada umumnya, 3 kali sehari 4-8 kaplet salut selaput pada saat makan.
Kaplet diberikan selama laju filtrasi glomerulus antara 5-50 ml/menit.

Peringatan dan perhatian :
  • Pastikan kecukupan asupan kalori. Untuk menyakinkan bahwa AMINEFRON digunakan secara anabolik, pasien harus mendapat 150-170 kJ (35-40 kkal/kg berat badan/hari). Sesuai dengan perbaikan gejala uremia dengan penggunaan AMINEFRON, pemberian alumunium hidroksida harus dikurangi.
  • Kalsium: 1 kaplet salut selaput mengandung 50 mg kalsium. AMINEFRON dapat mengakibatkan hiperkalsemia. Khususnya bila dalam sehari diberikan >25 AMINEFRON kaplet salut selaput atau jika bersamaan obat lain yang mengandung kalsium (seperti, penukar ion pada terapi hiperkalsemia) atau antasida diberikan secara simultan, dalam hal ini harus diperhatikan kemungkinan hiperkalsemia. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memeriksa kadar kalsium serum secara berkala.
  • Hati-hati penggunaan pada anak-anak dan wanita hamil karena data klinis belum memadai.
  • Tidak dianjurkan penggunaan bersamaan dengan obat-obat yang dapat membentuk kombinasi larutan dengan kalsium (misal: tetrasiklin).

Efek samping :
Hiperkalsemia mungkin dapat terjadi.

Interaksi :
  • Penghambat MAO non selektif, dapat menyebabkan hipertensi.
  • Agar absorpsi tidak terhambat, pemberian obat-obat yang dengan kalsium dapat membentuk senyawa yang sukar larut (contohnya, tetrasiklin) harus dihindari.


HARUS DENGAN RESEP DOKTER